Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan

Zarmina, Planet 'Kembaran' Bumi



Kapal Enterprise itu berputar. Mengitari planet jingga yang diselimuti awan tipis. Nama planet itu Fotialla. Setelah agak dekat, Kapten James Kirk turun ke permukaan. Sang komandan meluncur dengan teknologi teleportasi. Sementara, kemudi kapal diambil alih Mr Spock.

Yang mereka tahu, Fotialla atau planet M-113, adalah planet tua dengan peradaban yang telah mati. Faktanya tidak. Mereka diserang oleh alien buruk rupa yang mampu bersalin wajah seperti manusia. Bahkan alien menyelusup ke dalam Enterprise dan menewaskan beberapa kru kapal.

Ini bukan kisah nyata, melainkan salah satu adegan Star Trek dalam episode 'The Man Trap'. Semua kejadian fiksi itu digambarkan terjadi tahun 1513.1. Di skenarionya, Fotialla dikategorikan sebagai Planet kelas-M. Planet jenis ini memiliki atmosfer dengan kandungan oksigen, nitrogen, dan air yang berlimpah.
Dalam dunia nyata, klasifikasi planet kelas-M itu mirip dengan terminologi ilmiah ‘Planet Goldilock.’ Para ahli meramalkan, di planet inilah, manusia suatu saat bisa tinggal.

Akhir September 2010, sekawanan pakar pemburu planet baru, menemukan salah satu planet goldilock. Planet baru itu kemudian diberi nama Gliese 581g.

Tim pemburu yang menemukan Gliese 581g, itu adalah Steven Vogt dari University of California (UC) Santa Cruz, Paul Butler dari Carnegie Institution, Eugenio River dari UCSC, Nader Hagahighipour dari University of Hawaii, Manoa, serta Gregory Henry dan Michael Williamson, dari Tennessee State University.
Planet 581g ini terletak di konstelasi Libra, dalam sistem tata surya bintang kerdil merah (Red Dwarf). Bintang kerdil berwarna merah itu dikatalogkan astronom Jerman Wilhem Gliese, pada tahun 1957. Guna menghormat sang penemu, bintang kerdil merah yang menyerupai matahari itu kemudian diberi nama Gliese 581.

Gliese 581 memiliki sejumlah planet yang mengitarinya, yang kemudian diberi nama Gliese 581 dengan diimbuhi dengan abjad di belakangnya sebagai pembeda.

Planet yang paling dekat dengan bintang induk Gliese 581 diberi nama Gliese 581e, disusul Gliese 581b, dan Gliese 581c. Planet yang berada di posisi keempat adalah planet yang baru ditemukan, Gliese 581g. Dua planet di belakangnya diberi nama Gliese 581d, dan yang terjauh Gliese 581f.

Namun yang kini paling menarik perhatian adalah Gliese 581g. Sebab planet baru itu sangat mirip dengan kondisi bumi.

Steven Vogt, penemu planet itu, kurang sreg dengan nama Gliese 581g. Planet baru ini, katanya, "terlalu cantik untuk diberi nama Gliese 581g." Vogt lebih suka menamainya Zarmina, nama istri Vogt yang tinggal di California.

Mengenal Zarmina Lebih Dekat
Planet ini mirip dengan bumi. Ukurannya lebih besar, sekitar 20 hingga 50 persen lebih besar dari bumi. “Planet ini bisa menampung lebih banyak real estate daripada bumi,” kata Vogt setengah bercanda. Dengan ukuran sebesar itu, Zarmina tentu saja bisa mampu menampung lebih banyak mahluk hidup, termasuk manusia.
Bagaimana keadaan di sana? Zarmina ini memiliki massa 3 hingga 4 kali lebih besar dari massa bumi. Gravitasi di permukaannya juga lebih besar, sekitar 1 hingga 1,5 lebih besar dari gravitasi bumi. Artinya, kalau kalau di bumi bobot Anda 70kg, maka di Zarmina akan melar hingga sekitar 100kg.
Kekuatan gravitasi yang lebih besar itu, membuat Zarmina mampu menahan lapisan atmosfer di permukaannya. Atmosfir memang sangat penting, terutama untuk menjaga tekanan air, agar tetap bisa berwujud cair.


“Dari data yang kami kumpulkan planet ini berada di jarak yang tepat untuk menemukan keberadaan air, dan massa planet ini juga tepat untuk keberadaan atmosfir,” kata Paul Butler, peneliti dari Carnegie Institution of Washington, yang membantu Vogt. Dengan posisi seperti itu, Zarmina mungkin saja bisa dihuni manusia.

Ahli Riset Astronomi Astrofisika dari LAPAN, Profesor Dr. Thomas Djamaludin, menegaskan bahwa setidaknya ada tiga syarat utama sebuah planet bisa dihuni. Yakni sumber panas (matahari), air dan kehidupan organik. Dari indikasi yang ditemukan para ahli, Zarmina sudah memenuhi dua dari tiga syarat tadi.
Jarak Zarmina dengan matahari ( Gliese 581) sekitar 0,15 satuan astronomi (SA). Dan 1 satuan SA setara dengan jarak bumi dengan matahari, atau sekitar 150 juta km.

Artinya, jarak Zarmina dengan mataharinya (Gliese 581) 7 kali lebih dekat daripada jarak bumi ke matahari. Bila bumi memiliki revolusi selama 364 hari, Zarmina hanya memerlukan 37 hari guna menuntaskan sekali putaran di orbitnya.

Karena Gliese 581 jauh lebih kecil dari ukuran matahari yang dikitari bumi, bintang itu tak akan sepanas matahari. Oleh karenanya, suhu rata-rata permukaan Zarmina, diperkirakan berkisar antara -31 hingga -12 derajat Celsius.

Namun temperatur aktual planet ini cukup ekstrim. Bisa sangat panas. Bisa pula sangat dingin. Menurut Vogt, di antara kawasan panas dan dingin, terdapat wilayah terminator.

Pada wilayah terminator yang dilewati garis khatulistiwa, suhunya terasa hangat, seperti di Meksiko atau Ekuador, di mana penghuni di sana masih cukup nyaman mengenakan kaus berlengan.
Di wilayah yang panas, angin akan bertiup dengan kecepatan 30-40 mil per jam. Sementara di tempat yang dingin, angin berhembus dengan kecepatan hingga 10 mil per jam.
Uniknya, lantaran letaknya cukup dekat dengan bintang induk, Zarmina sama sekali tidak melakukan rotasi seperti bumi. Untuk mempertahankan posisinya dari tarikan gravitasi matahari (Gliese 581), posisi Zarmina terkunci.

Permukaan yang menghadap matahari akan tetap mendapat cahaya dan panas, sementara permukaan sebelah belakang akan gelap dan dingin sepanjang masa. Oleh karenanya, di planet itu tidak ada siang dan malam. Bagian yang menghadapi matahari selalu siang dan bagian sebaliknya, malam selalu.


Sejak 11 Tahun Lalu
Penemuan ini adalah hasil jerih payah Steven Vogt dan timnya, yang mengawali penelitian yang disponsori National Science Foundation dan NASA, sejak 11 tahun lalu.
Vogt, adalah Profesor astronomi dan astrofisika yang telah melakukan observasi di berbagai riset UCSC dan University of California Observatories, sejak 1978. Vogt adalah orang yang mendesain spektrometer HIRES, yang digunakan untuk mengukur kecepatan radial sebuah bintang.
Menurut Kepala Observatorium Boscha Lembang, Hakim L Malasan, Vogt adalah salah satu tokoh pionir dalam penemuan planet yang layak huni, (blogbelajarpintar) selain Prof Michel Mayor dan Didier Queloz yang pada 1995 menemukan planet ekstrasolar (planet-planet di luar tata surya) pertama, di sistem bintang 51 Pegasi.
Penemuan Zarmina sendiri disandarkan pada penelitian-penelitian di Observatorium WM Keck di Mauna Kea, Hawaii, yang dikombinasikan dengan data-data dari Observatorium Geneva Swiss, yang sebelumnya sudah menemukan empat planet Gliese lain.

Ini memang seperti berada di perbatasan antara fiksi dan kenyataan. Para peneliti sendiri tak pernah melihat langsung planet Zarmina melalui teleskop, karena teleskop hanya bisa melihat cahaya dari bintang induk Gliese 581.

Mereka hanya bisa menganalisa adanya planet-planet - termasuk Zarmina, dengan menggunakan spektrometer yang mampu mengukur kecepatan radial bintang Gliese 581.

Gaya tarik menarik antara bintang Gliese 581 dengan Zarmina, menyebabkan bintang induk mengalami pergerakan dan berputar pada orbit yang kecil. Dengan mengamati kecepatan radial itulah, kemudian planet Zarmina terdeteksi dan dapat diperkirakan massa dan orbitnya.

Penemuan Zarmina sendiri dicapai melalui perdebatan dan kompetisi yang cukup seru di kalangan para peneliti. Untuk mengumpulkan data-data, blogbelajarpintar, setiap tahun Tim Vogt hanya memiliki 15 hari untuk menggunakan teleskop, yang diantre oleh begitu banyak tim yang meriset berbagai obyek penelitian.

Tim Vogt sempat berkonflik dengan Observatorium Geneva, ketika mereka meminta data-data yang sangat penting. "Saya sempat mengatakan kepada pihak Swiss bahwa ini adalah kerja keras dan dan kita harus melewati tahapan di mana, 'Data kami lebih sempurna dan data Anda tidak, dan seterusnya, dan seterusnya,'" kata Vogt.

Untungnya, Vogt berhasil meyakinkan pihak Swiss untuk membagi data-data guna menuntaskan risetnya. "Saling membantu satu sama lain, adalah cara terbaik untuk menemukan kebenaran," ujarnya.


Planet Habitable Selanjutnya
Penemuan Vogt itu disanjung para ilmuwan ternama. Salah satunya adalah Sara Seager, pakar Eksoplanet (planet-planet di luar tata surya) dari MIT. “Penemuan ini sangatincremental dan monumental,” kata Sara.
Menurutnya, riset-riset yang dilakukannya telah menemukan beberapa planet yang lebih kecil dan letaknya dekat dengan zona yang bisa ditinggali manusia (habitable zone). Tapi, dia melanjutkan, “Ini adalah planet yang benar-benar berada di habitable zone.”

Disanjung begitu rupa, Vogt dan Butler tetap merendah. Penemuan ini, kata Vogt, bukanlah puncak dari pencapaian astronomi. Zarmina, katanya, cuma pemicu awal yang akan membawa ke berbagai penemuan planet-planet Goldilock berikutnya.
"Planet ini begitu dekat, dan kami menemukannya dengan cukup singkat. Boleh jadi, kami akan menemukan yang seperti ini lagi," kata Vogt.

Di luar Zarmina, diperkirakan masih ada lebih dari 400 planet ekstrasolar yang menunggu ditemukan. Namun, seperti kata Profesor Thomas Djamaluddin, penemuan planet-planet habitable saat ini lebih pada tujuan penemuan terhadap kemungkinan adanya kehidupan mahluk cerdas lain selain manusia.
Sementara untuk tujuan untuk membangun koloni manusia di planet tersebut, masih belum terpikirkan. “Itu masih lebih mirip dengan cerita science fiction,” kata Djamaluddin. Sebab, untuk mencapai planet Zarmina yang jauhnya sekitar 20 tahun cahaya (sekitar 200 triliun km), butuh waktu yang sangat lama.
Menurut Vogt, sebuah pesawat luar angkasa berkecepatan sepersepuluh kecepatan cahaya (kecepatan cahaya adalah 300 ribu km per detik), baru akan membawa manusia sampai ke planet itu dalam waktu 220 tahun.

Saat ini, mungkin hanya Kapten Kirk dengan USS Enterprise-nya yang bisa membawa manusia ke Zarmina. Kecepatan aman USS Enterprise yang mencapai 5 Warp (sekitar 100 kali kecepatan cahaya) secara teoritis bisa membelah jarak bumi ke Zarmina hanya dalam tempo kurang dari 2 jam.

5 Bencana Alam yang Bikin Anda Terpesona

5 Bencana Alam yang Bikin Anda Terpesona

1. Tornado Freeze



2. Tsunami Sand - Iraq



3. Fire Forest



4. Tsunami Storm Second - Texas



5. Storm

NASA Luncurkan 'Atlas Langit' Menakjubkan




NASA Luncurkan 'Atlas Langit' Menakjubkan - Teleskop luar angkasa NASA bernilai GBP200 juta (Rp2,9 triliun) berhasil menyelesaikan misi 14 tahun. 'Atlas langit' menakjubkan dari teleskop itu telah siap. Ingin tahu?

Atlas ini merupakan gabungan dari 2,7 juta gambar yang diabadikan teleskop NASA. Atlas ini memberi detail mulai dari galaksi dingin dan berdebu hingga bintang jauh kecil. Setengah miliar bintang juga tampak dalam Atlas yang juga menampilkan sisi langit yang tampak dari Bumi.

“Misi 14 tahun Wide-Field Infrared Survey Explorer atau WISE membuahkan hasil untuk komunitas astronomi,” kata penyelidik utama Edward Wright dari UCLA yang memulai misi ini pada 1998.

Salah satu gambar menakjubkan yang ada pada Atlas ini adalah Komet Siding Spring yang tampak merobek langit dengan jejaknya. Tak hanya itu, ada pula galaksi raksasa Andromeda seperti dikutip DM.






















sumber: http://teknologi.inilah.com/read/detail/1841259/nasa-luncurkan-atlas-langit-menakjubkan

Suasana Bumi di Malam Hari Dilihat Dari Satelit

Foto-foto ini merupakan hasil pencitraan satelit terhadap bumi kita di malam hari. Coba anda perhatikan negara-negara maju di dunia, seperti amerika, negara-negara eropa dan beberapa negara maju lainnya. Bertaburan berbagai macam lampu hampir di seluruh penjuru negaranya.

Benua Amerika di Malam Hari



Benua Antartika di Malam Hari



Benua Eropa di Malam Hari



Benua Afrika di Malam Hari



Benua Asia di Malam Hari

Matahari Meledak, Satelit Jadi Zombie

Peneliti telah mengidentifikasi adanya letusan di matahari pada April di mana telah mematikan fungsi satelit sehingga menciptakan "zombie”. Ledakan plasma besar dan energi magnetik yang disebut sebagai Coronal Mass Ejection (CME) telah terjadi pada 3 April dan diteliti oleh pesawat luar angkasa STEREO NASA, berdasarkan keterangan Naval Research Laboratory (NRL), Amerika Serikat.
Badai matahari telah melumpuhkan satelit komunikasi Intelsat Galaxy 15, kata pejabat NRL.

Galaxy 15 kehilangan kontak dengan pengontrol darat pada 5 April dan melayang di sekitar bumi sejak itu. Badai matahari diketahui membahayakan satelit. Partikel yang diserang dalam badai dapat memutuskan aliran listrik peralatan.

Observasi menyebutkan materi telah terlempar sejak CME terjadi di matahari. Erupsi matahari bergerak pada 2.2 juta mph (3,6 juta kph) saat masih dekat dengan matahari pada 3 April.

Kejadian ini kemudian melambat sekitar 700 km per detik (1,5 juta mph atau 2,5 juta kph) saat mencapai bumi pada 5 April.

Putaran aneh ini membuat satelit Galaxy 15 mengalami kerusakan. Satelit berhenti berkomunikasi dengan pusat pengontrol di darat. Muatan telekomunikasi gelombang C menjadi macet sehingga dinamakan “satelit zombie”.
“CME adalah ledakan plasma yang kuat dari energi magnetik di atmosfir luar matahari, atau korona,” tulis pihak NRL pada 7 Juli.

“Saat ledakan tiba-tiba ini mengarah ke bumi, mereka dapat melihat efek kerusakan yang mengagumkan.” (blogbelajarpintar) Studi peristiwa CME pada 3 April ini dilakukan menggunakan Sonar Terretrial Relation Observatory (STEREO), seperangkat pesawat luar angkasa kembar yang berada pada sisi berlawanan bumi yang secara terus menerus memantau matahari dengan menghasilkan gambar stereo, dikarenakan pemisahan yang lebar pada satelit di luar angkasa.

Sinyal elektronik yang sekarang dituju dari Galaxy 15 telah memaksa komunikasi pada satelit lain untuk melakukan manuver penghindaran dari waktu ke waktu terhadap gangguan sinyal.

Kemungkinan pesawat luar angkasa Galaxy 15 menabrak satu sama lain sangat kecil, bahkan tidak ada, kata pejabat Intelsat. Bulan ini, Galaxy 15 akan terbang mendekati 2 satelit Intelsat lainnya (Galaxy 13 dan Galaxy 14).




sumber: inilah.com

Foto 10 Negara Yang Diambil Oleh Satelit


Inilah foto-foto 10 negara yang diambil oleh satelit dari atas. Sangat menakjubkan





Africa

Antigua in the Caribbean region

Egyptian Pyramids

National Park Of Namib-Naukluft In The Namib Desert Of Africa

Part Of Saint-Louis In Missouri USA

Venice, Italy

Bahamas

Hong Kong

Brussels, Belgium

Pengaruh Pengubahan Zona Waktu di Dunia

blogbelajarpintar
Ket: Hijau=Waktu Indonesia Timur (WIT), Kuning=Waktu Indonesia Tengah (WITA), Merah=Waktu Indonesia Barat (WIB). wikipedia.org

Jakarta - Pengubahan zona waktu ternyata banyak dilakukan sejumlah negara. Tak terkecuali negara terpadat di dunia, Cina. Cina menggunakan satu zona waktu, yaitu GMT ditambah delapan jam. Akibatnya waktu ketika matahari berada di puncak berbeda antara kawasan barat dan timur. Di bagian barat, matahari tepat di atas kepala pada pukul 15.00. Sementara di bagian timur, posisi yang sama terjadi pada pukul 11.00.

Sebelum 1949 Cina dibagi dalam lima zona waktu. Kelimanya bervariasi dari timur ke barat dengan selisih GMT + 8.5 hingga 5,5 jam. Mereka adalah zona waktu Changpai, zona waktu Chungyuan, zona waktu Kansu-Szechuan, zona waktu Sinkiang-Tibet, dan zona waktu Kunlun.

Penyatuan waktu di Cina awalnya tidak berpengaruh terhadap kebanyakan penduduk. Sebab mayoritas penduduk masih berprofesi sebagai petani. Kini setelah Cina bergerak menjadi negara industri, waktu kemudian menjadi penting. Mengatasi dilema ini beberapa komunitas menggunakan waktu mereka sendiri yang disandingkan dengan penyatuan zona waktu utama.

Situs wisegeek menyebut Cina adalah negara terbesar dengan satu zona waktu, diikuti India. Adapun dataran Amerika memiliki empat zona waktu, yakni zona waktu kawasan timur, tengah, pegunungan, dan pasifik. Selain dataran, Amerika juga memiliki dua wilayah zona waktu tambahan untuk Alaska dan Hawai-Aleutian.

Amerika tidak berusaha menyatukan zona waktu. Mereka membagi empat zona waktu sejak 1918. Bahkan di sejumlah negara bagian, ada yang berada di dua zona waktu seperti Florida, Indiana, Kentucky, dan Tennessee. Berbeda dengan Amerika, Rusia justru berusaha mengurangi zona waktu.

Situs timeanddate menulis sejak 28 Maret 2010, Rusia mengurangi zona waktu dari 11 menjadi sembilan. Presiden Dmitry Medvedev menyatakan perbedaan zona waktu berdampak negatif terhadap efisiensi negara dan juga membutuhkan penggunaan teknologi yang mahal.

Tak hanya mengurangi, Rusia juga secara resmi menghapus masa Day Light Saving atau waktu musim panas sejak 1 September 2011. Biasanya di negara dengan empat musim, pada musim panas, waktu akan dimundurkan satu jam (day light saving) karena matahari bersinar lebih panjang ketimbang tiga musim lainnya.

Sebuah laporan dari Komisi Energi pada 2007 menyebut day light saving tidak berpengaruh pada penghematan energi. Tapi pengaturan ini ternyata mempengaruhi kinerja jantung. Mengutip situs webmd, peneliti Swedia pada 2008 menyebut gangguan sekecil apa pun dalam pola tidur akan mempengaruhi jantung. Kajian yang dipublikasikan di The New England Journal of Medicine menyebut terjadi peningkatan 5 persen serangan jantung ketika jam dimajukan demi day light saving time.

Kini Indonesia mengekor kebijakan Cina. Indonesia berencana menyatukan tiga zona waktu. Tapi apakah ada penyesuaian? Polemiknya terus berjalan.



sumber: http://www.tempo.co/read/news/2012/03/13/173389924/Pengaruh-Pengubahan-Zona-Waktu-di-Dunia

Mari Mengenal Bintang

Lahirnya Bintang
bintang tercipta pada awan gas dan debu di dalam galaksi. selama ratusan ribu tahun, gas dan debu bersatu, lalu pecah menjadi ratusan atau ribuan awan yang lebih kecil. tiap awan kecil itu kemudian berubah menjadi bola gas berputar yang disebit protobintang , inilah tanda pertama kelahiran sebuah Bintang
Spoiler for protobintang:
[Image: protostar-440x339.jpg]
di pusat bola terdapat gas yang sangat padat, yang akan memproduksi energi untuk mengubah protobintang menjadi bintang dewasa.
gravitasi menarik gas pada protobintang ke pusatnya. saat gas semakin melumat, ia menjadi semakin panas. gas yang terpadat dan terpanas ada di bagian inti. saat suhu mencapai sekitar 10 miliar derajat celcius (blogbelajarpintar) (Matabelo) terjadilah reaksi nuklir.
Spoiler for reaksi nuklir:
[Image: Triple-Alpha_Process.png]
hidrogen pada inti berubah menjadi helium dan melepaskan energi. dua bentuk enegeri ini adalah sinar dan panas. bintang mulai menyala dan akan bersinar terus menerus selama jutaan atau bahkan miliaran tahun. Hore

suhu dan panas bintang
semua bintang bersuhu panas , bahkan beberapa sangat panas. bintang terpanas bersuhu 40.000 derajat Celcius. warna bintang tergantung pada suhu permukaannya.
Spoiler for diagram:
[Image: Hrcolour.jpg]
berdasarkan warna dan suhunya, ada tujuh jenis bintang
(merah,orange,kuning,hijau,biru muda,biru tua,ungu)


Bentuk,ukuran,dan massa
Spoiler for inti bintang:
[Image: 121469_ilustrasi-planet-psr-j1719-1438-r...00_225.jpg]
semua bintang berbentuk bola. tidak ada bintang yang berbentuk [Image: 1216181106356570529jean_victor_balin_ico...vg.med.png]dan tidak ada yang berkelap-kelip. mereka tampak bersinar saat cahayanya melewati atmosfer bumi. bintang terdiri atas hidrogen dan beberapa helium dan berbentuk bola karena gravitasi bintang.
ada perbedaan jumlah gas dalam setiap bintang. jumlah gas dalam suatu bintang disebut massa bintang, yang besarnya tidak tetap sejak bintang itu terbentuk. massa tidak sama dengan ukurannya. sebuah bintang dgn massa lebih besar dari matahari, berarti tersusun atas banyak material. bintang dengan ukuran lebih besar, berarti lebih luas. sebuah bintang besar belum tentu massanya besar-ini bisa saja karena gas yang ada tersebar. beberapa bintang bermassa besar, bentuknya kecil karena gas yang ada memampat(berkumpul)


intensitas cahaya Bintang
ada dua skala intensitas cahaya bintang. pertama, magnitudo absolut, yaitu skala intensitas cahaya yang sebenarnya. skala ini mengandaikan semua bintang berjarak sama dari bumi. kedua, magnitudo tampak, yaitu skala intensitas cahaya yang terlihat dari bumi. skala ini memperhitungkan jarak yang sesungguhnya dari bumi.
matahari merupakan bintang paling terang menurut skala magnitudo tampak. namun, jika dibandingkan dengan bintang lain pada jarak yg sama, matahari akan terlihat redup.
Spoiler for matahari di pluto:
[Image: matahari-dilihat-dari-pluto.jpg]


Gugus Bintang
Spoiler for gugus bintang:
[Image: m45_russell_big.jpg]
bintang-bintang berkumpul dalam kelompok yang disebut gugus bintang. kelompok bintang muda disebut gugus bintang. kelompok bintang muda disebut gugus terbuka. sering kali bintang-bintang dalam suatu gugus bergerak menjauh setelah jutaan tahun. namun, sebagian gugus bintang tetap bersatu - disebut gugus bola. matahari lahir dalam suatu gugus bintang, kemungkinan bersama dengan bintang kembarannya matahari telah bergerak jauh.


Umur bintang
umur sebuah bintang ditentukan oleh massanya (materi pembentuk). matahari dapat hidup selama 10 miliar tahun dan kini sudah mencapai separuh masa hidupnya (katanya). bintang dengan massa yang lebih besar memiliki umur yang lebih pendek.yang terlama, hanya beberapa juta tahun saja.
bintang bermassa kecil memiliki umur lebih panjang, bisa hidup sampai miliar tahun Matabelo
Spoiler for akhir hayat bintang:
[Image: matahari-dilihat-dari-pluto.jpg]





sumber: http://tuanmuda.us/showthread.php?tid=17042

6 Fenomena pada Tingkatan Atmosfer Bumi



Quote:Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan, yang dinamai menurut fenomena yang terjadi di lapisan tersebut. Transisi antara lapisan yang satu dengan yang lain berlangsung bertahap. Studi tentang atmosfer mula-mula dilakukan untuk memecahkan masalah cuaca, fenomena pembiasan sinar matahari saat terbit dan tenggelam, serta kelap-kelipnya bintang. Dengan peralatan yang sensitif yang dipasang di wahana luar angkasa, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang atmosfer berikut fenomena-fenomena yang terjadi di dalamnya:



1. Troposfer

Lapisan ini berada pada level yang terendah, campuran gasnya paling ideal untuk menopang kehidupan di bumi. Dalam lapisan ini kehidupan terlindung dari sengatan radiasi yang dipancarkan oleh benda-benda langit lain. Dibandingkan dengan lapisan atmosfer yang lain, lapisan ini adalah yang paling tipis (kurang lebih 15 kilometer dari permukaan tanah). Dalam lapisan ini, hampir semua jenis cuaca, perubahan suhu yang mendadak, angin, tekanan dan kelembaban yang kita rasakan sehari-hari berlangsung. Suhu udara pada permukaan air laut sekitar 27 derajat Celsius, dan semakin naik ke atas, suhu semakin turun. Setiap kenaikan 100m suhu berkurang 0,61 derajat Celsius (sesuai dengan Teori Braak). Pada lapisan ini terjadi peristiwa cuaca seperti hujan, angin, musim salju, kemarau, dan sebagainya.



Ketinggian yang paling rendah adalah bagian yang paling hangat dari troposfer, karena permukaan bumi menyerap radiasi panas dari matahari dan menyalurkan panasnya ke udara. Biasanya, jika ketinggian bertambah, suhu udara akan berkurang secara tunak (steady), dari sekitar 17℃ sampai -52℃. Pada permukaan bumi yang tertentu, seperti daerah pegunungan dan dataran tinggi dapat menyebabkan anomali terhadap gradien suhu tersebut. Di antara stratosfer dan troposfer terdapat lapisan yang disebut lapisan Tropopause, yang membatasi lapisan troposfer dengan stratosfer.


2. Stratosfer


Perubahan secara bertahap dari troposfer ke stratosfer dimulai dari ketinggian sekitar 11 km. Suhu di lapisan stratosfer yang paling bawah relatif stabil dan sangat dingin yaitu -70 derajat Celcius atau sekitar -57 derajat Celcius. Pada lapisan ini angin yang sangat kencang terjadi dengan pola aliran yang tertentu. Lapisan ini juga merupakan tempat terbangnya pesawat. Awan tinggi jenis cirrus kadang-kadang terjadi di lapisan paling bawah, namun tidak ada pola cuaca yang signifikan yang terjadi pada lapisan ini.



Dari bagian tengah stratosfer keatas, pola suhunya berubah menjadi semakin bertambah seiring kenaikan ketinggian. Hal ini dikarenakan bertambahnya lapisan dengan konsentrasi ozon. Lapisan ozon ini menyerap radiasi sinar ultra violet. Suhu pada lapisan ini bisa mencapai sekitar 18 derajat Celcius pada ketinggian sekitar 40 km. Lapisan stratopause memisahkan stratosfer dengan lapisan berikutnya.

3. Mesosfer

Kurang lebih 25 mil atau 40km di atas permukaan bumi terdapat lapisan transisi menuju lapisan mesosfer. Pada lapisan ini, suhu kembali turun ketika ketinggian bertambah, hingga menjadi sekitar-143 derajat Celcius (dekat bagian atas dari lapisan ini, yaitu kurang lebih 81 km di atas permukaan bumi). Suhu serendah ini memungkinkan terjadi awan noctilucent, yang terbentuk dari kristal es.





4. Termosfer

Transisi dari mesosfer ke termosfer dimulai pada ketinggian sekitar 81 km. Dinamai termosfer karena terjadi kenaikan temperatur yang cukup tinggi pada lapisan ini yaitu sekitar 1982 derajat Celcius. Perubahan ini terjadi karena serapan radiasi sinar ultra violet. Radiasi ini menyebabkan reaksi kimia sehingga membentuk lapisan bermuatan listrik yang dikenal dengan nama ionosfer, yang dapat memantulkan gelombang radio. Sebelum munculnya era satelit, lapisan ini berguna untuk membantu memancarkan gelombang radio jarak jauh.





5. Ionosfer

Lapisan ionosfer yang terbentuk akibat reaksi kimia ini juga merupakan lapisan pelindung bumi dari batu meteor yang berasal dari luar angkasa karena ditarik oleh gravitasi bumi. Pada lapisan ionosfer ini, batu meteor terbakar dan terurai. Jika ukurannya sangat besar dan tidak habis terbakar di lapisan udara ionosfer ini, maka akan jatuh sampai ke permukaan bumi yang disebut Meteorit. Fenomena aurora yang dikenal juga dengan cahaya utara atau cahaya selatan terjadi pada lapisan ini.




6. Eksosfer

Eksosfer adalah lapsan bumi yang terletak paling luar. Pada lapisan ini terdapat refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik. Cahaya matahari yang dipantulkan tersebut juga dikenal sebagai cahaya Zodiakal.








sumber: http://tuanmuda.us/showthread.php?tid=17013